Redaksi TanahmnowNews

Berita Media online sungai penuh Kerinci Jambi Selamat datang di TanahmnowNews , pusat informasi independen yang lahir dari semangat akar rumput dan suara rakyat daerah. Kami hadir untuk menyampaikan berita aktual, edukatif, dan inspiratif, terutama dari wilayah pelosok yang jarang tersorot media arus utama.

TanahmnowNews adalah media online yang berfokus pada informasi teknologi, pendidikan, dan kehidupan sosial dengan sudut pandang unik: seorang musafir teknik yang terus berjalan dan belajar. Kami menyajikan artikel, tutorial, dan pemikiran mendalam sebagai bentuk kontribusi kecil bagi dunia yang terus berubah.


Siapa Kami?
Kami adalah tim sukarelawan, jurnalis lepas, dan pengamat sosial yang tergabung dalam Redaksi TanahmnowNews. Nama “Tanahmnow” kami ambil sebagai penghormatan terhadap identitas lokal dan kekuatan suara masyarakat kecil—karena dari “tanah yang tidak terkenal” inilah harapan sering tumbuh
.
Misi Kami
  • Menyuarakan isu lokal yang relevan secara nasional.
  • Menjaga semangat kebebasan pers dan kejujuran informasi.
  • Menjadi jembatan antara rakyat, pemerintah, dan dunia digital.
Apa yang Kami Sajikan
  • Berita Daerah – Sorotan peristiwa dari dusun, desa, dan kampung yang belum tentu terliput media besar.
  • Laporan Lapangan – Kisah nyata dari mata dan suara rakyat.
  • Artikel Opini – Pemikiran kritis, analisis isu, dan pandangan personal dari berbagai latar belakang.
  • Teknologi Rakyat – Inovasi lokal, teknologi tepat guna, dan solusi mandiri dari masyarakat.
  • Budaya dan Kearifan Lokal – Kisah tradisi, seni, dan adat istiadat yang hampir terlupakanMengapa 
Kami Berbeda?
Karena kami tidak terikat pada kepentingan modal besar. Kami menulis dan menerbitkan untuk masyarakat luas, bukan untuk industri. Kami percaya bahwa suara rakyat bukan hanya penting, tapi utama.

Hubungi Kami
Ingin mengirim berita, opini, atau bergabung sebagai kontributor?

Tt
Redaktur,
📧 Email: redaksi. tanahmnow@gmail.com
🔴 servis TV Jambi

Berita Media online sungai penuh Kerinci Jambi
📑Penerbitan

Penerbitan TanahMnow News🔘Tutup

    Hari Wisuda

    Hari Wisuda UIN STS Jambi, Luluskan 758 Mahasiswa

    Jambi, 29 Juni 2025
    TanahmnowNews hari wisuda. Sebuah frasa yang sarat makna, dipenuhi haru dan bangga. Ini bukan sekadar seremonial biasa; ini adalah puncaknya perjuangan panjang, malam-malam tanpa tidur, tumpukan buku, dan segala pengorbanan yang tak terhitung jumlahnya. Di hari ini, keringat dan air mata menjelma menjadi senyum lebar, jabat tangan hangat, dan lambaian toga.

    Ketika nama dipanggil, nama Fredy dwiki saputra S.ip langkah menuju panggung terasa begitu ringan, seolah beban bertahun-tahun terlepas seketika. Sebuah ijazah di tangan bukan hanya selembar kertas, melainkan bukti nyata ketekunan, kecerdasan, dan ketahanan diri. Di sana, tertulis kisah jatuh bangun, tawa dan duka yang dibagikan bersama sahabat seperjuangan.

    Namun, wisuda bukanlah akhir dari segalanya. Justru, ia adalah gerbang menuju babak kehidupan yang baru, sebuah lembaran kosong yang siap diisi dengan petualangan, tantangan, dan impian-impian yang lebih besar. Dunia menanti dengan segala kompleksitasnya, menawarkan ruang tak terbatas untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi.

    Maka, di hari yang istimewa ini, mari kita rayakan setiap capaian. Kenanglah setiap pelajaran, hargai setiap dukungan dari keluarga dan mentor. Dan yang terpenting, tataplah masa depan dengan penuh semangat, karena gelar yang disandang adalah modal berharga untuk mengukir kisah sukses yang tak terbatas. Selamat merayakan hari wisuda, para pejuang ilmu! ®musafir Jambi

    Kuliner khas Kerinci Jambi

     Bisnis kuliner 

    Kami menyediakan

    Dendeng Batokok Asli Sulak

    Masakan Khas Provinsi Jambi

    Kearifan Lokal yang Lezat dan Menggoda
    Hubungi kami sekarang
    📞+6285377639367

    Dendeng batokok asli Dendeng batokok asli Dendeng batokok asli Dendeng batokok asli Dendeng batokok asli Dendeng batokok asli Dendeng batokok asli

    Dendeng batokok asli 🧡Dendeng batokok adalah sajian tradisional yang lekat dengan masyarakat Sumatera, khusnya di Provinsi Jambi, kuliner ini hadir dalam cita rasa khas yang berbeda — lebih alami, gurih, dan menggugah selera. “Batokok” sendiri berarti dipukul-pukul, merujuk pada teknik melembutkan daging agar bumbu meresap sempurna.
    Kini, masakan khas ini tak hanya menjadi hidangan keluarga, tapi juga peluang bisnis kuliner yang menjanjikan!
    🔥 Apa Itu Dendeng Batokok?
    Dendeng batokok terbuat dari irisan daging sapi tipis yang:
    Dipukul-pukul agar empuk
    Dibakar atau digoreng hingga kering
    Dibalur sambal cabai yang dibumbui, khusus untuk pasangan Dendeng batokok.
    Di Provinsi Jambi, dendeng batokok dimasak dengan bumbu lokal seperti serai muda, asam kandis, dan cabe rawit kampung, menciptakan rasa asli kampung halaman yang tidak bisa ditiru sembarangan.

    💼 Kuliner Cita rasa lokal,
    Kuliner tradisional kini semakin digemari, khususnya oleh wisatawan dan perantau yang rindu rasa kampung.

    Bahan mudah diperoleh
    Daging sapi lokal, rempah-rempah , serta
    Sambal tradisional bisa didapat di pasar tradisional dengan harga terjangkau
    Contoh Produk yang Bisa Dijual:🔲
    Dendeng Batokok Siap Makan 1 kotak 10 potong Rp150.000
    Dendeng Batokok Nasi Kotak Rp30.000
    Nasi bungkus Dendeng Batokok Rp25.000📣 Strategi Pemasaran Sederhana:Marketing
    Media sosil: WhatsApp, Facebook, dan Instagram
    Market Online Mbis & Grab
    Penutup
    Bisnis kuliner dendeng batokok bukan sekadar menjual makanan — tetapi mewariskan rasa dan budaya. Dari dapur kecil di Jambi, ke lidah-lidah yang rindu kampung halaman.

    Dendeng batokok bukan hanya lauk, tapi cerita.
    Ayo, nikmati Dendeng batokok asli bersama keluarga

    Kunjungi link kami berikut ini





    Sejarah Jalur Gaza yang disebut ‘penjara terbuka paling besar di dunia’


    Tentara Israel memasuki Yerusalem Timur sesaat setelah menang Perang Enam Hari.11 Oktober 2023

    Sepanjang sejarah, wilayah tersebut telah dilanda serangkaian konflik bersenjata, termasuk beberapa perang yang menentukan dinamika hubungan Israel-Palestina.

    Selama beberapa dekade, ketegangan antara Israel dan Hamas – yang menguasai Gaza sejak 2007 – kerap terjadi. Namun serangan kelompok milisi Palestina pada 7 Oktober mengejutkan semua orang.

    Hamas menembakkan ribuan roket ke Israel selagi puluhan anggota milisi melintasi perbatasan dan menyerbu komunitas Israel sehingga menewaskan ratusan orang dan menawan lainnya. Israel membalasnya dengan gempuran besar-besaran di Gaza.

    Serangan kelompok milisi pada 7 Oktober digambarkan sebagai serangan lintas batas paling serius yang pernah dihadapi Israel selama lebih dari satu generasi serta operasi paling ambisius yang dilancarkan Hamas dari Gaza.

    Kami merangkum sejarah Jalur Gaza, yang oleh organisasi hak asasi manusia dan masyarakat Palestina sendiri digambarkan sebagai penjara terbuka terbesar di dunia.

    Dari Mesir Kuno hingga Inggris
    Pada September 1992, Perdana Menteri Israel saat itu, Yitzhak Rabin, mengatakan kepada delegasi Amerika: "Saya ingin Gaza tenggelam ke laut, tapi itu tidak akan terjadi, jadi kita harus mencari solusinya."


    Lebih dari 30 tahun kemudian, solusi tersebut tidak kunjung muncul.
    Sumber gambar, Getty Images
    Jalur Gaza adalah wilayah dengan panjang 41 kilometer dan lebar 10 kilometer yang terletak di antara Israel, Mesir, dan Laut Mediterania.

    Kawasan ini adalah rumah bagi sekitar 2,3 juta orang dan kepadatan penduduknya salah satu yang tertinggi di dunia.

    Namun, jauh sebelum huru-hara antara Israel dan Palestina, Jalur Gaza punya sejarah panjang. Kawasan ini beberapa kali dikepung dan diduduki oleh beragam pihak sejak 4.000 tahun lampau.

    Baca juga:
    Gaza pernah diperintah, dihancurkan, dan dihuni kembali oleh berbagai dinasti, kekaisaran, dan masyarakat, mulai dari Mesir Kuno – ratusan tahun sebelum Masehi – hingga jatuh ke tangan Kesultanan Ottoman pada abad ke-16.

    Kawasan itu juga pernah ditaklukkan Alexander Agung, Kekaisaran Romawi, serta Jenderal Muslim, Amr ibn al-As.

    Selama periode itu pula keyakinan dan kesejahteraan penduduk Jalur Gaza berubah-ubah.
    Sumber gambar, Getty Images
    Keterangan gambar,
    Jalur Gaza adalah sebagian dari wilayah yang dianggap suci oleh para penganut dari setidaknya tiga agama: Yahudi, Kristen, dan Islam

    Gaza adalah bagian dari Kesultanan Ottoman hingga 1917. Selanjutnya, kawasan itu dikuasai Inggris, yang berupaya memfasilitasi pembentukan kerajaan Arab bersatu.

    Selama Perang Dunia I, Inggris dan Turki mencapai kesepakatan mengenai masa depan Jalur Gaza dan sebagian besar wilayah Arab Asia milik Kesultanan Ottoman.

    Namun pada Konferensi Perdamaian Paris tahun 1919, negara-negara Eropa yang menang perang mencegah terciptanya kerajaan Arab bersatu. Alih-alih mereka menetapkan serangkaian mandat yang memungkinkan pembagian seluruh wilayah.

    Dengan demikian, Jalur Gaza menjadi bagian dari Mandat Inggris atas Palestina, yang disahkan oleh Liga Bangsa-Bangsa. Masa kekuasaan Inggris ini diperpanjang antara 1920 dan 1948.

    Perang dan pembagian wilayah


    Setelah Perang Dunia II berakhir, Inggris memutuskan untuk mengalihkan keputusan mengenai Palestina ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang baru dibentuk.


    Pada 1947, organisasi tersebut menyetujui Resolusi 181 yang membagi Palestina sebagai berikut: 55% wilayahnya untuk orang Yahudi, Kota Yerusalem di bawah kendali internasional, dan sisanya untuk orang Arab (termasuk Jalur Gaza).

    Resolusi ini, yang mulai berlaku pada Mei 1948, mengakhiri Mandat Inggris atas Palestina dan melahirkan negara Israel.


    Pertempuran langsung pecah, yang berujung pada perang Arab-Israel pada tahun 1948.


    Konflik tersebut menyebabkan ratusan ribu pengungsi Palestina akhirnya menetap di Jalur Gaza.

    Baca juga:
    Dengan penandatanganan gencatan senjata, Gaza diduduki dan dikelola oleh Mesir hingga tahun 1967, tahun meletusnya Perang Enam Hari yang memperhadapkan Israel dengan koalisi Arab yang dibentuk Republik Persatuan Arab (nama resmi Mesir dan Suriah sebelumnya), Yordania, dan Irak.

    Setelah menang dalam konflik ini, Israel menduduki Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur sehingga memicu rentetan bentrokan kekerasan yang berlanjut hingga saat ini.
    Intifada (perlawanan) pertama yang dilakukan warga Palestina terhadap Israel muncul di Gaza pada 1987, tahun yang sama ketika kelompok Islam Hamas didirikan. Kemudian menyebar ke wilayah pendudukan lainnya.


    Perjanjian Oslo tahun 1993 antara Israel dan Palestina melahirkan Otoritas Nasional Palestina (PNA) yang memberikan otonomi terbatas kepada Gaza dan sebagian Tepi Barat yang diduduki.


    Israel menarik pasukannya dan sekitar 7.000 pemukim dari Jalur Gaza pada 2005, setelah intifada kedua yang lebih berdarah.

    Baca juga:

    Setahun kemudian, Hamas meraih kemenangan telak dalam pemilu Palestina, yang memicu perebutan kekuasaan pada 2007 antara Hamas dan partai Fatah, pimpinan Presiden Otorita Palestina, Mahmoud Abbas.

    Kelompok milisi ini meraih kemenangan di Gaza dan tetap berkuasa di Jalur Gaza sejak saat itu, bertahan dalam tiga perang dan blokade selama 16 tahun.
    Hamas telah bersumpah untuk menghancurkan Israel dan ingin menggantinya dengan negara Islam.

    Dalam beberapa tahun terakhir mereka telah menyerang wilayah Israel dengan ribuan roket dan melakukan serangan mematikan lainnya.

    Hamas secara keseluruhan, atau sayap militernya dalam beberapa kasus, ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Israel, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Inggris, serta negara-negara lain.

    Kelompok ini didukung oleh Iran, yang mendanai dan menyediakan senjata serta pelatihan.
    Blokade

    Setelah Hamas berkuasa, Israel dan Mesir memberlakukan blokade darat, udara, dan laut di Gaza.

    Meskipun ada seruan dari PBB dan kelompok hak asasi manusia, Israel tetap mempertahankan blokade tersebut sejak 2007.

    Blokade tersebut berdampak buruk pada warga sipil Palestina yang menghadapi pembatasan pergerakan secara ketat.

    Israel melarang warga Palestina memasuki atau meninggalkan wilayah tersebut “kecuali dalam kasus yang sangat jarang terjadi, mencakup kondisi medis mendesak yang mengancam jiwa dan beberapa pedagang yang jumlahnya sangat sedikit,” menurut B’Tselem, sebuah kelompok hak asasi manusia Israel.

    Play video, "Siapa itu Hamas? Dianggap teroris oleh Barat, tetapi pahlwan bagi warga Palestina", Durasi 1,39    01:39 
    Keterangan video,
    Siapa itu Hamas? Dianggap teroris oleh Barat, tetapi pahlwan bagi warga Palestina

    Human Rights Watch menyebut kondisi di Gaza sebagai “penjara terbuka,” mengacu pada pembatasan pergerakan yang diberlakukan Israel terhadap warga Palestina di sana.

    Israel mengatakan blokade, yang membuatnya dapat mengendalikan perbatasan Gaza, diperlukan untuk melindungi warga Israel dari Hamas.

    Komite Palang Merah Internasional menganggap blokade itu ilegal dan melanggar Konvensi Jenewa, tuduhan yang dibantah oleh pejabat Israel.

    Baca juga:

    PBB, berbagai kelompok hak asasi manusia, dan ahli hukum, menilai bahwa Gaza masih berada di bawah pendudukan militer Israel.

    Dalam upaya mengatasi blokade, Hamas membangun jaringan terowongan yang digunakan untuk membawa barang dan senjata ke Jalur Gaza dan juga sebagai pusat komando bawah tanah.

    Israel melihat terowongan-terowongan ini sebagai ancaman dan sering menargetkannya saat melakukan serangan udara.
    Keterangan gambar, Hamas membangun jaringan terowongan untuk mengatasi blokade Israel.

    Dengan membatasi impor dan hampir seluruh ekspor, blokade Israel selama 16 tahun terakhir telah mendorong perekonomian Gaza ke jurang kehancuran. Tingkat pengangguran di wilayah itu melebihi 40%, menurut Bank Dunia.

    Lebih dari 65% penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan, menurut PBB. Lebih lanjut, Program Pangan Dunia (WFP) menganggap 63% penduduk Gaza “kerawanan pangan.”

    Separuh dari warga Palestina yang tinggal di Gaza berusia di bawah 19 tahun, namun mereka memiliki sedikit atau tidak ada prospek pertumbuhan sosial ekonomi dan akses ke dunia luar amat terbatas.

    Baca juga:

    Dukungan bagi generasi anak-anak yang “hidup dengan dampak psikologis jangka panjang dari paparan kekerasan yang terus-menerus” begitu minim, menurut laporan PBB.

    Akibatnya, masalah kesehatan mental, termasuk depresi, meningkat di kalangan generasi muda yang tinggal di kawasan tersebut.

    “Blokade Gaza menghalangi orang-orang berbakat dan profesional yang memiliki banyak hal untuk diberikan kepada masyarakat, dalam memperoleh kesempatan yang oleh orang-orang di tempat lain diabaikan begitu saja,” kata Human Rights Watch dalam laporannya pada tahun 2021.

    “Mencegah warga Palestina di Gaza untuk bergerak bebas di tanah air mereka menghambat kehidupan dan menggarisbawahi kenyataan kejam dari apartheid dan penganiayaan terhadap jutaan warga Palestina.”
    Keterangan gambar, Pemadaman listrik adalah kejadian sehari-hari di Gaza.

    Saat ini, Gaza adalah “salah satu wilayah terpadat di dunia dengan 2,3 juta warga Palestina yang tinggal di wilayah seluas sekitar 360 km persegi,” menurut Gisha, sebuah organisasi non-pemerintah Israel.

    Menurut PBB, hampir 600.000 pengungsi tinggal di delapan kamp yang penuh sesak di wilayah tersebut.

    Rata-rata kepadatan penduduk di kota seperti London adalah sekitar 5.700 orang per kilometer persegi, namun di Kota Gaza angkanya meningkat hingga lebih dari 9.000 orang.

    Pada tahun 2014, Israel mendeklarasikan zona pertahanan di sepanjang perbatasan untuk melindungi diri dari serangan roket dan serangan kelompok milisi Islam.
    Keterangan gambar,Para perempuan berkabung di pemakaman anggota keluarganya yang tewas akibat serangan balasan Israel pada 8 Oktober silam.

    Penetapan batas itu mengurangi jumlah lahan yang tersedia di wilayah tersebut untuk perumahan atau pertanian.

    Pemadaman listrik adalah kejadian sehari-hari di Gaza.
    Menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), sebagian besar rumah hanya mendapat aliran listrik selama tiga jam sehari.


    Jalur Gaza mendapatkan sebagian besar listriknya dari Israel, ditambah aliran dari satu-satunya pembangkit listrik di Gaza dan sejumlah kecil dari Mesir.


    Sebagian besar warga Gaza juga menderita kekurangan air dan hidup dengan sistem kesehatan masyarakat yang buruk.

    Sumber gambar,
    Getty Images

    Keterangan gambar,
    Seorang perempuan Palestina menyelematkan sejumlah barang dari rumahnya yang hancur akibat serangan udara Israel di Rafah, bagian selatan JHalur Gaza, pada 8 Oktober 2023.

    ANP bertanggung jawab atas layanan kesehatan di wilayah Palestina.

    Menurut OCHA, blokade yang dilakukan Israel dan Mesir, ditambah dengan rendahnya investasi ANP di bidang kesehatan dan konflik politik internal antara ANP dan Hamas, adalah biang keladi buruknya layanan kesehatan di Gaza.

    PBB membantu dengan mengelola 22 pusat kesehatan. Namun beberapa rumah sakit dan klinik telah rusak atau hancur dalam bentrokan sebelumnya dengan Israel.

    Kini, setelah serangan terbaru Hamas, kondisi warga sipil di Gaza dan infrastruktur wilayah tersebut diperkirakan akan memburuk secara dramatis.